search

Sabtu, 13 November 2010

Calon Arang

        Di kerajaan Daha yang dipimpin oleh Erlangga yang bijaksana, hiduplah seorang janda yang beraliran ilmu hitam bernama Calon Arang bersama putrinya Ratna Manggali. Meskipun  cukup umur Ratna Manggali tidak juga mendapatkan jodoh. Karena banyak pemuda yang tidak suka dengan perangai Calon Arang, maka tidak ada yang mau berjodoh dengan Ratna Manggali yang cantik. Mengetahui hal ini, Calon Arang murka. Ia menyuruh pengikutnya mencari seorang gadis untuk dijadikan tumbal di candi Durga. Calon Arang ingin warga di desanya mendapat musibah.
        Tuah jahat Calon Arang menjadi kenyataan. Banjir segera melanda desanya. Siapa pun yang terkena air sungai Brantas pasti menderita sakit dan akhirnya meninggal. Korban semakin banyak dan tak ada obat yang dapat menanggulanginya. "He, he... siapa yang berani melawan Calon Arang? Calon Arang tak terkalahkan! Teriak Calon Arang dengan lantang sambil melihat bencana banjir itu dengan sombong. Prabu Erlangga sedih melihat penderitaan warganya. Setelah mendapat laporan bahwa penyebabnya adalah tuah Calon Arang, Erlangga segera menyuruh prajuritnya untuk menangkap Calon Arang.
       Setelah sampai di desa kediaman Calon Arang, tiba-tiba terdengar bunyi ledakan. Para prajurit Erlangga berjatuhan tanpa sebab yang pasti. Calon Arang merobohkan lawannya dari jarak jauh. "Calon Arang tidak bisa dilawan dengan keras tapi dengan kasih sayang. Kekesalan Calon Arang karena putrinya belum menikah," kata Empu Barada pada saat musyawarah kerajaan bersama Erlangga dan Empu Bahula. Diputuskan Empu Bahula memperistri Ratna Manggali. Calon Arang terkekeh mengetahui menantunya seorang Empu yang tampan. Pesta pernikahan diadakan dengan meriah.
      Setelah beberapa hari Bahula tinggal di rumah Calon Arang, Bahula telah mengetahui kekuatan sihir Calon Arang. Maka tengah malam saat Calon Arang tertidur lelap, ia mencuri Kitab Sihir dan segera memberikannya pada Empu Barada. Mengetahui Kitab Sihirnya hilang, Calon Arang murka dan mengerahkan sihirnya ke Empu Barada. Karena Kitab Sihir tidak ada di tangannya, sihir itu kembali ke dirinya. Tubuh calon Arang hancur menjadi abu tertiup angin menuju ke laut selatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar